Kota Pekan Baru

Walikota Pekan Baru

 


Drs. H. Herman Abdullah, MM dan Isteri

 

 

Pekan Baru sebagai pusat niaga merupakan kota yang bersih dan modern, menawarkan berbagai pilihan dan menampilkan potret komunitas budaya yang sedang berkembang menuju metropolis.

1. MOTTO dan SLOGAN

Kota pekanbaru yang dikenal dengan slogan "KOTAKU, KOTAMU DAN KOTA KITA BERTUAH" , mempunyai motto: BERSIH, TERTIB, USAHA BERSAMA, AMAN, dan HARMONIS dengan arti:

* BERSIH
Bersih lahir, jiwa, rumahtangga, lingkungan pasar, pendidikan, tempat hiburan/rekreasi, jalur hijau dan pusat kesehatan.

* TERTIB
Tertib pribadi, keluarga, lingkungan pekerjaan, beribadat, lalu lintas sehingga terwujud warga yang selalu menjunjung tinggi norma kaidah dan peraturan yang berlaku.

* USAHA BERSAMA
Keterlibatan kebersamaan dari pemerintah, orpol, ormas, generasi muda, alim ulama, cerdik cendekiawan, seniman dan seluruh lapisan masyarakat dalam berfikir dan berusaha guna mewujudkan pembangunan untuk kesejahteraan rakyat.

* AMAN
Rasa tentram setiap pribadi, keluarga, lingkungan masyarakat dan kotanya dari gangguan ancaman dan hambatan dalam berfikir dan berusaha guna menjalankan ibadah dan melaksanakan pembangunan.

* HARMONIS
      Serasi, seiya sekata, senasib, sepenanggungan saling hormat menghormati.
      Setukul bagai palu
      Seciap bagai ayam
      Sedencing bagai besi
      Yang tua dihormati
      Yang muda dikasihi
      Yang cerdik pandai dihargai
      Yang memerintah ditaati.


2. LETAK dan LUAS

Letak dan Luas

Kota Pekanbaru terletak antara 101°14' - 101°34' Bujur Timur dan 0°25' - 0°45' Lintang Utara. Dengan ketinggian dari permukaan laut berkisar 5 - 50 meter.
Permukaan wilayah bagian utara landai dan bergelombang dengan ketinggian berkisar antara 5 - 11 meter.
Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 19 Tahun 1987 Tanggal 7 September 1987 Daerah Kota Pekanbaru diperluas dari ± 62,96 Km² menjadi ± 446,50 Km², terdiri dari 8 Kecamatan dan 45 Kelurahan/Desa. Dari hasil pengukuran/pematokan di lapangan oleh BPN Tk. I Riau maka ditetapkan luas wilayah Kota Pekanbaru adalah 632,26 Km².

Dengan meningkatnya kegiatan pembangunan menyebabkan meningkatnya kegiatan penduduk disegala bidang yang pada akhirnya meningkatkan pula tuntutan dan kebutuhan masyarakat terhadap penyediaan fasilitas dan utilitas perkotaan serta kebutuhan Lainnya. Untuk lebih terciptanya tertib pemerintahan dan pembinaan wilayah yang cukup luas, maka dibentuklan Kecamatan Baru dengan Perda Kota Pekanbaru No. 4 Tahun 2003 menjadi 12 Kecamatan dan Kelurahan/Desa baru dengan Perda tahun 2003 menjadi 58 Kelurahan/Desa.


Batas

Kota Pekanbaru berbatasan dengan daerah Kabupaten/Kota :


Utara : Kabupaten Siak dan Kabupaten Kampar
Selatan : Kabupaten Kampar dan Kabupaten Pelalawan
Timur : Kabupaten Siak dan Kabupaten Pelalawan
Barat : Kabupaten Kampar

 
Sungai

Kota Pekanbaru dibelah oleh Sungai Siak yang mengalir dari barat ke timur. Memiliki beberapa anak sungai antara lain : Sungai Umban Sari, Air Hitam, Siban, Setukul, Pengambang, Ukui, Sago, Senapelan, Limau, Tampan dan Sungai Sail.

Sungai Siak juga merupakan jalur perhubungan lalu lintas perekonomian rakyat pedalaman ke kota serta dari daerah lainnya.

Iklim

Kota Pekanbaru pada umumnya beriklim tropis dengan suhu udara maksimum berkisar antara 34,1º C - 35,6º C dan suhu minimum antara 20,2º C - 23,0º C

Curah hujan antara 38,6 - 435,0 mm/tahun dengan keadaan musim berkisar :

     Musim hujan jatuh pada bulan Januari s/d April dan September s/d Desember.
     Musim Kemarau jatuh pada bulan Mei s/d Agustus

Kelembapan maksimum antara 96% - 100%. Kelembapan minimum antara 46% - 62%.


Jarak Ibukota

Kota Pekanbaru merupakan Ibukota Propinsi Riau yang mempunyai jarak lurus dengan kota-kota lain sebagai Ibukota Propinsi lainnya sebagai berikut :

Pekanbaru 

Teluk Kuantan : 118 Km
Rengat : 159 Km
Tembilahan : 21.3,5 Km
Pangkalan Kerinci : 33,5 Km
Siak : 74,5 Km
Bangkinang : 51 Km
Pasir Pengaraian : 132,5 Km
Bengkalis : 128 Km
Bagan Siapiapi : 192,5 Km
Dumai : 125 Km

3. LOGO dan LAMBANG

BENTUK UMUM LAMBANG

  • Perisai Yang Berbentuk Gerbang Kota.
  • Setangkai Padi dan Sedahan Kapas.
  • Satu Lingkaran Rantai.
  • Roda Terbang.
  • Phon Karet dan Menara Minyak Memakai Takal.


WARNA LAMBANG

  • Merah
  • Putih
  • Hijau
  • Kuning

Dipakai pula warna hitam dan warna sebenarnya alam. Sedangkan warna merah putih dipakai ruangan perisai ditengah-tengah.

 

ARTI LAMBANG

  • Perisai dengan memakai pintu gerbang kota warna hitam mewujudkan lambang dari sebuah kota.
  • Lima buah pintu gerbang berarti Pancasila yang menjadi dasar Negara Republik Indonesia.
  • Padi dan kapas lambang kemakmuran atau sandang pangan rakyat.
  • Rantai yang melingkari mengartikan kekokohan persatuan rakyat.
  • Roda terbang melambangkan perkembangan yang dinamis.
  • Pohon karet, menara minyak takal berarti sebagai kota dagang dan kota pelabuhan yang banyak mengekspor hasil hutan dan hasil bumi.
  • Ditengah-tengah perisai yang berbentuk jantung terdapat sebuah tombak bambu yang tangkainya berwarna coklat tua, matanya berwarna perak tegak lurus, mewujudkan kepahlawanan (kekuatan rakyat) dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan tanah air.
  • Garis lurus melintang yang terletak antara merah putih, maksudnya melukiskan khatulistiwa.

Copyright © 2014 SITEKNO SUMATERA
All Rights Reserved